-Striving For Jannah-
I can do it to be better, cause Innallaha ma'ana. Keep smile and keep hamasah! ♥♥♥
Senin, 19 Maret 2012
Catatan Pagi
Masa depan selalu ada bagi mereka yang memiliki harapan dan keyakinan
bahwa Allah senantiasa memberinya kesempatan, pertolongan dan kemudahan
untuk menjadi lebih baik, untuk diterima oleh hati nuraninya sendiri.
Kekayaan
hidup adalah pada memberi dengan sepenuh tulus, pada melayani dengan
sepenuh cinta. Tiap sesuatu yang kita bagi dengan orang lain, waktu,
tenaga, harta, perhatian, akan menjejakkan bekas pada batin yang
meyakinkan diri ini bahwa : semua yang telah kita berikan itulah yang
sesungguhnya kita miliki. Karena padanya kita memiliki kendali untuk
menyerahkannya pada orang lain. Bukankah kita tidak berhak memberikan pada orang lain sesuatu yang bukan milik kita??
Sabtu, 17 Maret 2012
Meraih kembali jati diri.
Beberapa hari lalu.. lewat jalur twitter.. Saya sampai di profil
seorang rekan lama. Sudah lama sekali saya tidak ketemu, apalagi
berbincang dengannya.
Tak lama saya baca testimonialnya.. sesaat kemudian seperti ada sesuatu yang menghantam dada. Saya seperti menemukan kembali jati diri yang sudah lama terabaikan, lewat paparan akan dia oleh rekan-rekannya. Dalam beberapa hal yg mendasar.. saya memang sama dengan dia.
Sejurus kemudian.. yang memenuhi batin saya adalah suatu ironi, kegetiran, suatu kesadaran bahwa : jika saya yang remaja melihat saya saat ini, ia akan mencibir, dan saya akan sangat merasa malu dihadapannya.
Tak lama saya baca testimonialnya.. sesaat kemudian seperti ada sesuatu yang menghantam dada. Saya seperti menemukan kembali jati diri yang sudah lama terabaikan, lewat paparan akan dia oleh rekan-rekannya. Dalam beberapa hal yg mendasar.. saya memang sama dengan dia.
Sejurus kemudian.. yang memenuhi batin saya adalah suatu ironi, kegetiran, suatu kesadaran bahwa : jika saya yang remaja melihat saya saat ini, ia akan mencibir, dan saya akan sangat merasa malu dihadapannya.
Entah mengapa. Seperti begitu banyak yang terkikis dari diri ini. Seperti ada yg hilang.. dan nurani tidak lagi menghargai diri sebaik dulu.
Tapi syukurlah.. kejadian itu yang membekas di hati mungkin untuk waktu yang lama--membuat saya tahu apa yg akan mengisi hari-hari terakhir saya. Akan saya cari dan kembalikan jati diri itu. Ingin saya selesaikan satu tahap penting dalam hidup.. dengan diri yang kembali utuh.
Semoga.
Jumat, 16 Maret 2012
Teringat kembai tentang itu.
Ternyata, dia bernama asli Gaza Zubizareta :D
Iya, dia pemeran utama dari Film yang kini laris di bioskop-bioskop seluruh indonesia yang judulnya "Negeri 5 Menara" wooww Alfi, wajahnya yang calm dan berkaca mata Subhanallaah aku sukaaaaaaaaaa bgt >.< membuatku membuka kembali tentang lembaran yang telah lama aku simpan :(
Jumat, 02 Maret 2012
Peluklah aku..
Bingung harus bersandar dmna?? Ya sudah ga usah.
Semakin hari aku smakin sulit menjadi diriku, semkin sulit aku mngetahui apa yang aku inginkan, apa yang harus aku perjuangi, apa kesukaan ku, kenapa aku tak penah bangga dengan diriku sndiri?? Kenapa?? Aku sebenarnya knapa?? Mungkin karena aku terlalu jauh dengan tuhan ku, yang menciptakan aku, yang mnghidupi aku, yang kelak juga akan mengambil ku???
Ya Rabb.. Hamba mu yang lemah ini sedang futur, jauh dari kalimat-kalimat syukur, ampuni hamba yang hanya Engkau lah yg bisa mengampuni aku.
Apalagi saat aku harus dihadapkan dengan masalah hati dan perasaan seorang anak ABG. Ehm amat teramat labil nya diriku ini, mudah tergoyahkan, hanya dengan prilakun-prilaku sederhana, berharap sangat banyak pada dia yang tak mungkin bisa lebih banyak diharapkan. Makin gede makin labil, tapi aku harus dwasa!! Ya Rabb.. Hmba Mu bersandar padaMu, tapi salahku kenapa stiap sujud ku aku tak pnah khus'yu?? Ya Rabb ampuni aku, dengarlah tangis di hati ini saat aku kesepian, dengarlah syukur yang aku bisikan di hati ku. Ya Rabb kenapa hamba mu ini tak bisa mengungkapkan isi hati nya, memenuhi keinginannya sendiri kenapa?? Kenapa??
Ya Rabb ku peluk lah hambaMu yang lemah ini, peluk lah aku dengan rahmat dan berikn aku ketenangan agar aku bisa melewati semuanya ya Rabb.. Kirimkan salam rindu ku pada kekasih Mu rosulullah smpaikan termkasih ku karena beliau telah membawa ajaran Mu sampai kepada ku. Ya Rabb .. Rindu ku selalu pada Mu. Cinta ku hanya untuk Mu. :)
Semakin hari aku smakin sulit menjadi diriku, semkin sulit aku mngetahui apa yang aku inginkan, apa yang harus aku perjuangi, apa kesukaan ku, kenapa aku tak penah bangga dengan diriku sndiri?? Kenapa?? Aku sebenarnya knapa?? Mungkin karena aku terlalu jauh dengan tuhan ku, yang menciptakan aku, yang mnghidupi aku, yang kelak juga akan mengambil ku???
Ya Rabb.. Hamba mu yang lemah ini sedang futur, jauh dari kalimat-kalimat syukur, ampuni hamba yang hanya Engkau lah yg bisa mengampuni aku.
Apalagi saat aku harus dihadapkan dengan masalah hati dan perasaan seorang anak ABG. Ehm amat teramat labil nya diriku ini, mudah tergoyahkan, hanya dengan prilakun-prilaku sederhana, berharap sangat banyak pada dia yang tak mungkin bisa lebih banyak diharapkan. Makin gede makin labil, tapi aku harus dwasa!! Ya Rabb.. Hmba Mu bersandar padaMu, tapi salahku kenapa stiap sujud ku aku tak pnah khus'yu?? Ya Rabb ampuni aku, dengarlah tangis di hati ini saat aku kesepian, dengarlah syukur yang aku bisikan di hati ku. Ya Rabb kenapa hamba mu ini tak bisa mengungkapkan isi hati nya, memenuhi keinginannya sendiri kenapa?? Kenapa??
Ya Rabb ku peluk lah hambaMu yang lemah ini, peluk lah aku dengan rahmat dan berikn aku ketenangan agar aku bisa melewati semuanya ya Rabb.. Kirimkan salam rindu ku pada kekasih Mu rosulullah smpaikan termkasih ku karena beliau telah membawa ajaran Mu sampai kepada ku. Ya Rabb .. Rindu ku selalu pada Mu. Cinta ku hanya untuk Mu. :)
Minggu, 26 Februari 2012
Ikhlas ?? InsyaAllah :)
Ikhlas, satu kata tetapi mempunyai makna dan cerita yang begitu
banyaknya. Masing-masing orang memiliki definisi tersendiri mengenai
kata ini. Memang, yang penting bukan katanya tetapi bagaimana kita
memahaminya lalu mengamalkannya dalam kehidupan sehari. Tanpa itu, kata
tetaplah hanya sebuah kata yang tidak memiliki pengaruh apa-apa.
Saya
akan lebih memfokuskan makna ikhlas kali ini kepada ikhlas dalam hal
kehilangan. Pernahkah kalian mengalami yang namanya kehilangan? Pasti
pernah dong. Mungkin kehilangan barang kesayangan, kehilangan uang,
atau bahkan kehilangan sanak keluarga yang sangat disayangi. Bagaimana
rasanya? Tentunya sakit di hati. Rasa penyesalan dan kesedihan yang
kemudian muncul mengiringi proses kehilangan tersebut. Hanya saja
seberapa dalam kita bersedih dan seberapa lama kita menyesal bias
menjadi salah satu tolok ukur tingkat keikhlasan kita atas kehilangan
tersebut.
Tapi bukan berarti orang yang kehilangan tetapi tidak
bersedih maka berarti dia sangat ikhlas. Belum tentu juga. Justru
dipertanyakan apakah emosi orang tersebut masih normal atau tidak.
Adalah sebuah kewajaran jika kita bersedih atas kehilangan yang menimpa
diri kita. Ada rasa tidak rela yang sesaat muncul setelah kehilangan
itu terjadi.
Lalu, bagaimana sebenarnya kita menerapkan
sikap ikhlas dalam hal ini? Kalo saya ibaratkan bahwa ikhlas dalam hal
kehilangan itu seperti tukang parker. Lho, apa hubungannya? Harus kita
pahami bahwa segala apa yang ada dalam diri kita ini sebenarnya bukan
milik kita. Ia adalah barang milik Allah Swt yang dititipkan kepada
kita di dunia. Artinya, sesuai hokum pinjam meminjam maka jika barang
titipn tersebut diambil oleh si empunya maka kita harus rela
memberikannya.
Seperti tukang parkir, ia dititipi mobil atau
motor atau sepeda. Ia dengan sabar menjaga barang tersebut. Bahkan jika
perlu ia merapikan kedudukannya supaya ringkas. Suatu saat jika
pemiliknya kembali lalu meminta kembali motor atau mobil atau
sepedanya, si tukang parkir tidak nggrundel sama sekali. Ia rela
menyerahkannya kembali kepada pemiliknya.
Tukang parkir hanya
diberi imbalan Rp 500 atau paling banyak Rp 5000, dan ia tidak menyesal
barang titipannya diambil. Sementara Allah member imbalan surge atas
titipan barang yang diberikan kepada kita. Maka tidak ada alasan untuk
tidak rela apalagi menyesal yang berlebihan jika barang tersebut
diambil olehNya. Jika kita bias memahami makna kehilangan maka kita
bias memberikan sikap yang tepat. Tak ada yang abadi di dunia ini,
semua pasti ada tanggal kadaluwarsanya. Sampai saat itu tiba, kita
harus benar-benar menjaga barang-barang yang dititipkan kepada kita.
Berharap Sang Pemilik Yang Maha Memiliki memberikan imbalan berupa
surga yang kekal.
Sabtu, 25 Februari 2012
Hanya sebuah tulisan tentang Jilbabku :)
Jujur, saya tidak memiliki jawaban yang pasti, saya HANYA ingin pulang, kembali ke ALLAH..
yang dapat saya rasakan adalah sudah bukan waktunya lagi saya berlari
lari mencari kebahagian versi dunia tentunya.. yang setelah saya
peroleh semuanya lalu saya merasa bahwa bukan ini, dan bukan itu arti
bahagia, lalu DIMANA ???
Dan saya mengayunkan langkah untuk mencari ALLAH, dan langkah pertama saya adalah mengenakan Jilbab. Sumber
idenya adalah dari sifat romantisme saya, Jika saya ingin mendekat
kepada kekasih saya maka hal pertama adalah saya harus mempercantik
diri, ALLAH menyukai perempuan yang menutup auratnya dengan hijab,
perhiasan seorang perempuan muslimah adalah akhlaknya yang solehah,
orang akan langsung mengenali saya bahwa saya adalah muslim karena
jilbab saya, karena jika tidak maka saya tidak ada bedanya dengan yang
bukan … iya HANYA ini langkah awal saya. HANYA ini.
Kemudian
tarikan tarikan ALLAH terus membetot ubun-ubun saya untuk melepaskan
semua atribut kejahiliahan saya … TANPA saya sadari, saya mulai
mencintai hal-hal yang menuju kepada sang pemilik napas saya, tanpa
saya sadari saya terbawa arus kebaikan, saya tenggelam didanau
pengajian, saya terdampar dipadang illalang yang berisi dzikir, saya
bermahkotakan Al Quran dan Hadits, saya tiba-tiba sangat mencintai
tahajud, saya menjadi seperti penari dalam kalimat taubah dan hamdalah
^^
Dalam proses kemudian, saya mulai meninggalkan rok mini saya,
berhenti memakai tanktop, bahkan blus lengan pendek apalagi celana
pendek saya jauh saya tanggalkan… Lalu saya mulai berhenti mewarnai dan
meluruskan rambut gelombang saya … dan entah mengapa saya merasa lebih
cantik dengan membuang jauh-jauh pakaian itu, sahabat saya bahkan IBU
saya bilang “Den, yang penting kan hati, kamu tidak perlu berjilbab pun kamu bisa menjadi baik“,
sahabat saya ataupun ibu tidak salah tapi untuk saya jilbab adalah
sifat taat terhadap ALLAH dan sifat sosial saya dari menjaga diri saya
terhadap tarikan tarikan mata mahluk berburung :)
Bukankah indah
akan semakin indah bila tertutup, akan menarik jika ia tidak terlihat,
akan tetap menjadi misteri, yang tidak pernah akan selesai kecuali
memiliki, sesuatu yang tidak bisa disingkap apalagi disentuh akan
menimbulkan kerinduan… yang tersembunyi dengan baik dan terjaga akan
memiliki nilai yang tinggi… tanpa hijab, tidak ada daya tarik, tidak
ada KERINDUAN… bukankah ALLAH adalah misteri, dan tersembunyi maka kita
semua merindukanNYA, bisa dibayangkan jika ALLAH terlihat oleh mata
dunia kita kan ?? :)
Iya, inilah saya yang tidak pernah punya
jawaban mengapa saya tiba-tiba kesetrum dan mengenakan jilbab … hanya
ALLAH yang memiliki jawabannya karena saya tidak sanggup menjawab, yang
pasti ketika kening menyentuh sajadah, ketika airmata tumpah saat
tahajud, ketika tangan terangkat tinggi-tinggi untuk memohon ampunan,
ketika titik NOL adalah titik kepasrahan saya atas semua yang ALLAH
titipkan kepada saya, ketika tidak ada lagi jarak antara ALLAH dan
saya, ketika jilbab saya menutup dada saya, ketika rok panjang semata
kaki menjadi perhiasan saya kini, maka inilah kebahagian yang
sesungguhnya saya cari kemarin …
Doakan saya kuat yah dan
istiqomah dengan langkah yang saya ayunkan ini … Doakan saya kuat dan
istiqomah yah dengan tarian tanpa topeng ini, dengan dawai tasbih dan
hamdallah… saya ingin berpulang dengan pakaian yang disukai ALLAH
Ya ALLAH kuatkan saya, hingga saya menutup mata, mempertanggung jawabkan semua perbuatan saya di mahkamah agung milik MU …
*dibalik kerudung wajahmu tersembunyi … (rhoma irama mode ON )*
Ucapan rasa syukurpun selalu ku panjatkan
Langganan:
Komentar (Atom)

.jpg)